Sorot Balik: Petualangan Sepuluh Bulan dan Target yang Terlampaui
Abdul Wahab Dai
Blogger dan Jurnalis Warga
WAJO,-
Ruslan, S.Kep., Ns., M.Kes (Kepala UPTD Puskesmas Keera):
"Saya sempat pesimis sebab pada tanggal 14 Desember 2021 capaian Kecamatan Keera baru 40 persen, padahal kita ditarget mencapai 70 persen plus 1 per 31 Desember 2021.
Namun sebagai buah kerja keras lintas sektor, kita mampu mencapai 71% per hari ini," ujar Kepala UPTD Puskesmas Keera, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Ruslan, S.Kep., Ns., M. Kes. kepada media ini melalui sambungan telepon, Rabu malam (29/12/2021).
***
Andi Ahmad Ridha, S.STP (Camat Keera):
"Terima kasih kami sampaikan kepada Kasat Sabhara dan Kanit Tipikor Polres Wajo, Kapolsek Keera, Danramil Pitumpanua-Keera, Danposramil Keera, Korwil Bidang Pendidikan Keera, Kepala Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Keera, Koordinator PPL dan Penyuluh Perikanan Keera, Kepala UPT KB Wilayah VII Keera, Kepala UPTD Puskesmas Keera dan Tim Vaksinasi Kecamatan Keera, para kepala desa dan lurah, kepala lingkungan atau dusun, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Keera, Ketua LPMK Ballere, dan segenap pihak yang telah membantu sehingga Kecamatan Keera berhasil melampaui target 70 persen," ujar Camat Keera, Andi Ahmad Ridha, S.STP.
"Kami juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat jika selama kegiatan vaksinasi ini ada kekeliruan dari Pemerintah dan Tim Vaksinasi. Semoga kita semua diberi kesehatan dan perlindungan dari Allah SwT dari segala penyakit dan marabahaya," tutur Camat Keera.
Danposramil Keera (Pelda Herwandi):
"Saya sangat senang dan bangga atas kerja sama dengan aparat pemerintah yang ada di Kecamatan Keera ini sehingga kita bisa melampaui 70 persen pada kegiatan Vaksinasi COVID-19. Dan kami TNI-Polri senantiasa bekerja sama dengan baik mendukung kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di desa-desa sehingga kita bisa melampaui target 70 persen. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Iptu Muhammad Nasir, S.H. (Kapolsek Keera)
"Saya mengucapkan terima kasih tiada terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat Keera yang telah bahu-membahu menyukseskan vaksinasi hingga ujung tahun ini.
Saya tetap mengimbau warga Kecamatan Keera yang belum divaksin agar segera mendatangi titik-titik vaksinasi.
Marilah kita ikuti aturan pemerintah demi kemaslahatan bersama."
***
Selasa Pon, 28 Desember 2021 Masehi, dua buah grafik sampai ke media ini.
Grafik Capaian Vaksinasi per Fasilitas Kesehatan menunjukkan Keera telah meraih 70,58 persen.
Pada hari yang sama sebuah grafik dengan tajuk Persentase Capaian Vaksiansi per Kecamatan mencatatkan Keera telah merengkuh 71,59 persen. Antiklimaks!
Data menunjukkan bahwa terdapat 17.404 jiwa yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.
Hingga tanggal 25 Desember 2021, capaian Vaksinasi Dosis I baru 61,26 persen.
Beberapa media daring menghantam para petinggi Kecamatan Keera dengan sebuah judul berita bombastis. Misalnya dengan judul "Miris, Vaksinasi Keera Baru 40 Persen".
Rupanya judul berita ini melecut semangat segenap pemangku kepentingan agar segera bergerak.
Memang, tabel menunjukkan bahwa per 13 Desember 2021, capaian Vaksinasi Dosis I saat itu baru 44,35 persen.
***
Petualangan bermula awal Februari 2021 manakala 60 vial vaksin Tiongkok tiba di Gedung Puskesmas Keera. Gelombang Pertama vaksinasi untuk para tenaga kesehatan dan dilanjutkan untuk para pekerja sektor publik.
Hingga ujung April 2021 vaksinasi terus bergulir dengan dengan Vaksinasi Dosis II bagi pekerja sektor publik.
Pada kurung waktu 12 hingga 30 Juli 2021, keterbatasan vaksin yang tiba di Bumi Masiang akibatkan layanan hanya untuk Dosis II.
Presiden Joko Widodo yang melakukan anjangkerja ke Bumi Lamaddukkelleng pada Kamis, 9 September 2021 menjadi momentum penting bagi serapan vaksinasi di Kecamatan Keera.
Kelompok-kelompok pemuda seperti KNPI Keera, Karang Taruna Keera, Hipermawa Keera turut menggalang massa pemuda, pelajar dan remaja masjid untuk meramaikan vaksinasi di yang dipusatkan di SMAN 12 Wajo yang dipantau secara daring oleh Presiden RI yang melawat SMAN 3 Wajo.
Sebelumnya di SMKN 7 Wajo, Sekretaris Camat Keera mencanangkan Vaksinasi COVID-19 bagi Pelajar dan Remaja pada Senin, 6 September 2021.
***
Petualangan "Rompi Ungu" (busana petugas vaksinasi Puskesmas Keera) benar-benar mencapai antiklimaks manakala sebelum tahun berganti target 70 persen sudah terlampaui.
Capaian ini direngkuh dengan segala dinamika dan dialektika masyarakat Bumi Masiang yang dikenal kritis.
Kelompok-kelompok"penolak vaksin" berupaya didekati.
Pada 9 November 2021 segenap pemangku kepentingan berembuk di Kantor Camat Keera untuk menggenjot serapan Vaksinasi. Rapat dipimpin oleh Sekcam Keera.
Beberapa kali rembuk petinggi kecamatan dilakukan untuk menyusun rencana aksi.
Sebagai tindak lanjut hasil rembuk, Relawan-Relawan Aman COVID-19 di setiap desa mulai bergerak. Terpantau Desa Inrello menurunkan relawannya ke dusun-dusun dipimpin langsung oleh Ketua Relawan ex-officio Kepala Desa.
Kepala Desa Paojepe Andi Tawakkal turun langsung berkampanye keliling kampung mengajak warganya agar segera divaksin.
Sering Rompi Ungu harus menjemput malam hingga jam 22.00 jika sasaran yang datang membludak. Ini membuat "waktu bermutu" dengan keluarga batih mereka berkurang.
Rompi Ungu benar-benar berpetualang dalam sepuluh bulan ini. Mereka malang-melintang ke pelosok Bumi Masiang. Mendaki bukit berhalimun di Awo, menyeberangi sungai, menyisir dusun-dusun di tepi Teluk Bone, menyambangi sekolahan, kolong-kolong rumah, pasar rakyat Pasar Longka, Pasar Keera, Kampung Enrekang di Awota, dan medan-medan sulit di Awo lainnya.
Mendatangi Langkenna yang jauh, Lasawa di bibir Keera. Mobil Dinas Polsek Keera menjadi andalan membawa Rompi Ungu ke mana-mana selain Oto Dottoro.
Terkadang sasaran yang datang membludak sehingga mereka harus bekerja keras. Sesekali mereka kecewa jika pada sebuah titik hanya segelintir sasaran yang datang.
Pernah pada sebuah dusun hanya empat orang yang datang. Pernah pula hanya dua belas, sehingga jadwal harus digeser.
Berbagai manuver dilakukan oleh Tri Pratit Pamong, Militer dan Kepolisian.
Sulitnya menundukkan kawula Bumi Masiang untuk mendatangi pos-pos layanan vaksinasi membuat para elit menerapkan berbagai sanksi.
Sanksi seperti penundaan layanan administrasi di kantor-kantor pemerintah. Penundaan bansos, pencabutan jaminan sosial dan penundaan pupuk bersubsidi menjadi senjata baru menundukkan mereka yang ogah divaksin.
Para pelajar sekolah menengah ditunda rapornya setelah penilaian akhir semester.
Beberapa titik vaksinasi menyediakan hadiah lawang bagi yang beruntung. Ini semua demi menggenjot jumlah serapan.
Aksi "main jemput" secara halus sesekali dilakukan oleh aparat. Menjemput warga dengan mendatangi rumah-rumah warga terpaksa dilakukan demi target akhir tahun.
Ini capaian kita semua. Capaian seluruh masyarakat Bumi Masiang.
Semoga semua usaha ini membuat negeri ini segera melewati Pandemi.
0 Response to "Sorot Balik: Petualangan Sepuluh Bulan dan Target yang Terlampaui "
Post a Comment